Ibnu Katsir mengatakan bahwa Luqmanul Hakim—yang ada didalam Al
Qur’an—bernama Luqman bin ‘Unqa bin Sidran. Ada juga yang mengatakan bahwa dia
adalah Luqman bin Tsaran sebagaimana dikisahkan oleh as Suhailiy dari Jarir dan
al Qutaibiy. As Suhailiy juga mengatakan bahwa Luqman adalah orang Nubiyan dari
penduduk Ailah.
Menurut Ibnu Katsir juga bahwa Luqman adalah seorang lelaki
shaleh, ahli ibadah, pengetahuan dan hikmah yang luas. Ada yang mengatakan
bahwa dia adalah seorang hakim pada zaman Daud as. Wallahu A’lam.
Sofyan Ats Tsauriy dari al Asy’ats dari Ikrimah dari Ibnu Abbas
berkata,”Luqman adalah seorang budak Habasyah yang juga berprofesi sebagai
tukang kayu.” (al Bidayah wa an Nihayah juz II hal 146)
Jumhur ulama berpendapat bahwa Luqmanul Hakim bukanlah seorang
Nabi sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai atsar yang dikutip oleh Ibnu Katsir
didalam kitab tafsirnya.
Sofyan ats Tsauriy mengatakan dari al Asy’ats dari Ikrimah dari
Ibnu Abbas berkata bahwa Luqman adalah seorang budak dari Habasyah yang berprofesi
sebagai tukang kayu.
Qatadah mengatakan dari Abdullah bin az Zubeir : Aku bertanya
kepada Jabir bin Abdullah,”Apa pendapatmu tentang Luqman?’ dia menjawab,”Dia
adalah seorang yang pendek yang berasal dari Naubah.”
Yahya bin Said al Anshariy dari Said bin al Musayyib
berkata,”Luqman seorang hitam dari Mesir yang kuat dan telah diberikan Allah
hikmah namun tidak kenabian.”
Syu’bah berkata dari a Hakim dari Mujahid,”Luqman adalah seorang
hamba yang shaleh namun bukan seorang nabi.”
Al A’masy berkata : Mujahid berkata,”Luqman adalah seorang hamba
yang hitam namun bijak kedua bibirnya dan terbelah kedua kakinya.”
Ibnu Hatim mengatakan bahwa Abu Zur’ah telah bercerita kepada
kami, Shafwan telah bercerita kepada kami, al Walid telah bercerita kepada
kami, Abdurrahman bin Yazid telah bercerita kepada kami dari Jabir
berkata,”Sesungguhnya Allah telah mengangkat Luqmanul Hakim dengan hikmahnya.
Seorang lelaki yang sudah mengenal dirinya sebelumnya pernah melihatnya
(didalam sebuah majlis manusia, pen) bertanya kepadanya,”Bukankah engkau adalah
budak dari Bani Fulan yang menggembalakan kambing kemarin?’ Luqman
menjawab,’Ya.’ Lelaki itu berkata,’Apa yang membawaku menyaksikanmu (hari
ini)?’ Luqman berkata,’Takdir Allah, menunaikan amanah, jujur didalam perkataan
dan meninggalkan apa-apa yang tidak berguna.” (Tafsir al Quran al Azhim juz XII
hal 333 – 335)
Dinamakannya surat Luqman dengan Luqman dikarenakan surat itu
mengandung berbagai wasiat dan nasehat yang disampaikan Luqman kepada anaknya.
Adapun sebab nuzul dari turunnya ayat-ayat yang memuat tentang
wasiat-wasiat Luqman tersebut didalam surat Luqman :
Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya,
di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
kezaliman yang besar”. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik)
kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah
yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah
kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS.
Luqman : 13 – 14)
Maka para mufasir berpendapat bahwa ayat ini turun terhadap
permasalahan Sa’ad bin Abi Waqash. Tatkala dirinya memeluk islam lalu ibunya mengatakan
kepadanya,”Wahai Sa’ad telah sampai informasi kepadaku bahwa engkau telah
condong (kepada agama Muhammad). Demi Allah aku tidak akan berteduh dari
teriknya matahari dan angin yang berhembus, aku tidak akan makan dan minum
hingga engkau mengingkari Muhammad saw dan kembali kepada agamamu sebelumnya.”
Sa’ad adalah anak lelaki yang paling dicintaniya. Namun Sa’ad engan untuk itu.
Dan ibunya menjalani itu semua selama tiga hari dalam keadaan tidak makan,
tidak pula minum serta tidak berteduh sehingga Sa’ad pun mengkhawatirkannya.
Lalu Sa’ad datang menemui Nabi saw dan mengeluhkan hal itu kepadanya maka
turunlah ayat ini yang terdapat didalam surat Luqman dan al Ahqaf.
Juga diriwayatkan oleh Abu Sa’ad bin Abu Bakar al Ghazi berkata
bahwa Muhammad bin Ahmad bin Hamdan telah berkata kepada kami dan berkata bahwa
Abu Ya’la telah memberitahu kami dan berkata bahwa Abu Khutsaimah telah
memberitahu kami dan berkata bahwa al Hasan bin Musa telah memberitahu kami dan
berkata bahwa Zuhair telah memberitahu kami dan berkata bahwa Samak bin Harb
telah memberitahu kami dan berkata bahwa Mus’ab bin Sa’ad bin Abi Waqash dari
ayahnya berkata,”Ayat ini turun tentang diriku.” Lalu dia berkata,”Ibu Sa’ad
telah bersumpah untuk tidak berbicara selama-lamanya sehingga dirinya (Sa’ad)
mengingkari agamanya (islam). Dia tidak makan dan minum. Ibu berada dalam
keadaan seperti itu selama tiga hari sehingga tampak kondisinya menurun. Lalu
turunlah firman Allah وَوَصَّينا الإِنسانَ
بِوَالِدَيهِ حُسنا (Dan Kami
perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya). (HR.
Muslim dari Abu Khutsaimah). (Asbab Nuzul al QUr’an hal 123)
Wallahu A’lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar