1.
Berdoa
Dengan Mengangkat Kedua Tangan
Pertanyaan:
Bagaimanakah hukumnya berdoa dengan
mengangkat
kedua
tangan lalu mengusapkannya ke wajah, baik setelah salat ataupun selain salat?
Jawaban:
عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللهِ g إِنَّ رَبَّكُمْ
تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ
يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا (رواه
أبو داود رقم 1273 والحاكم رقم 1831 وابن ماجه رقم 3855 والترمذى رقم 3479 وحسنه)
"Sesungguhnya Allah Dzat yang maha hidup nan mulia. Allah
malu dari hambanya yang mengangkat kedua tangannya (meminta) kepada-Nya untuk
menolak permintaannya" (HR Abu Dawud No 1273, Ibnu Majah No 3855,
al-Hakim No 1831 dan Turmudzi No 3497, ia menilainya hasan). Juga sebuah hadis:
وَعَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ g مَا رَفَعَ قَوْمٌ أَكُفَّهُمْ إِلَى اللهِ عَزَّ
وَجَلَّ يَسْأَلُوْنَهُ شَيْئًا إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يَضَعَ فِي
أَيْدِيْهِمْ الَّذِي سَأَلُوْا (رواه الطبراني في الكبير
رقم 6142 قلت : له حديث في السنن غير هذا رواه الطبراني ورجاله رجال الصحيح (مجمع
الزوائد 10/ 265)
"Tidak ada satu kaum yang mengangkat tangannya kepada Allah
meminta sesuatu kepada-Nya kecuali menjadi kewajiban bagi Allah untuk mengabulkannya" (HR Thabrani
dalam al-Kabir No 6142, al-Hafidz al-Haitsami berkata:
"perawinya
adalah perawi sahih")
Hadis yang secara khusus setelah salat:
وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي
يَحْيَى قَالَ رَأَيْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ الزُّبَيْرِ وَرَأَى رَجُلاً رَافِعًا يَدَيْهِ
يَدْعُوْ قَبْلَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهَا قَالَ إِنَّ
رَسُوْلَ اللهِ g لَمْ يَكُنْ يَرْفَعُ
يَدَيْهِ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلاَتِهِ (رواه
الطبراني وترجم له فقال: محمد بن أبي يحيى الأسلمي عن عبد الله بن الزبير ورجاله
ثقات) مجمع الزوائد (10/ 266)
“Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Zubair melihat seseorang yang
mengangkat kedua tangannya berdoa sebelum selesai dari salat. Setelah selesai
Abdullah bin Zubair berkata: "Sesungguhnya Rasulullah Saw tidak mengangkat
kedua tangannya hingga selesai dari salatnya” (HR Thabrani,
al-Hafidz al-Haitsami berkata: "Para
perawinya terpercaya")
Adapun mengusap wajah:
عَنْ عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ
قَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ g إِذَا مَدَّ يَدَيْهِ
فِى الدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ " (قال
الحافظ فى "البلوغ" 1 / 312: أخرجه الترمذى و له شواهد منها: حديث ابن
عباس عند أبى داود وغيره ومجموعها يقضى بأنه حديث حسن اهـ روضة المحدثين 9/ 465)
“Diriwayatkan dari Sayidina Umar bahwa bila Rasulullah Saw
mengangkat kedua tangannya dalam berdoa, maka beliau tidak mengembalikannya
hingga mengusap wajahnya dengan kedua tangannya” (HR Turmudzi,
al-Hafidz Ibnu Hajar dan al-Hafidz as-Suyuthi menilainya hasan)
Dengan demikian, hukumnya adalah sunah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar