MADRASAH
‘ALIYAH NEGERI TEMBORO MAGETAN
DI
PURWOSARI MAGETAN
MAKALAH
TAFSIR
Q.S.AN
NUR 54
OLEH
KELAS
XI KEAGAMAAN 2
KELOMPOK
1.FERRIAN
BIMA CAHYONO PUTRO
2.ILHAM
NGESTIANTORO
3.AGUNG
BAHCTIAR
4.EDY
ERIK
5.ZAINAL
ARIFIN
6.SUGIARTO
Kata
Pengantar
Assalamualaikum.Wr.Wb
Al hamdulilahi ladzi kholaqo kulla syaiin
fil ‘alam,Allahumma sholli ‘ala nuril huda syamsi dhuha sayyidina muhammad,ama
bakduPertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas
limpahan taufiq hidayahnya kepada kita,Sholawat salam semoga tetap tercurahkan
kepada junjungan kita nabi besar Nabi Muhammad SAW,yang kita nanti-nantikan
syafa’atnya di hari kiamat nanti.
Dengan nikmat dan pertolongan
Allah,dapat kami selesaikan tugas MAKALAH TAFSIR Q.S.AN NUR ayat 54,tugas ini
kami selesaikan untuk memenuhi tugas dari Guru Tafsir.Kami menyadari bahwa
Makalah ini masih lekat dengan segala kekurangan,oleh karenanya kritik dan
saran konstruktif akan kami terima dengan lapang dada.Demikian yang dapat kami
sampaikan,kurang lebihnya minta maaf yang sebesar-besarnya
Akhirukalam
Wassalamualaikum.Wr.Wb
Tim
Kelompok
(54) Katakanlah: Turutilah olehmu perintah Allah dan
turutilah perintah Rasul. Tetapi jika kamu masih berpaling juga, namun Rasul
hanyalah semata-mata melaksanaklan tugas yang di bebankan kepadanya, dan
kewajiban kamu pun adalah melaksanakan pula tugas yang dipikulkan kepada kamu.
Tetapi jika kamu patuhi dia, niscaya kamu akan mendapat petunjuk. Dan kewajiban
Rasul tiada lain hanyalah semata-mata menyampaikan dengan sejelas-jelasnya.
1. Makna
Mufrodat
Kata تَوَلَّوْا /tawallau, berpaling asalnya adalah tatawallau;
maksudnya pembicaraan ini ditujukan kepada mereka (maka sesungguhnya kewajiban
Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya) yaitu menyampaikan risalah (dan
kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepada kalian)
yakni untuk taat kepadanya (dan jika kalian taat kepadanya, niscaya kalian
mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan
menyampaikan amanat Allah dengan terang") yaitu secara jelas dan gamblang.
Kata أَطِيْعُوْا /athii’u/ taatlah, mengandung makna
perintah untuk mengikuti dan mematuhi apa yang menjadi obyek ketaatan dengan
syarat tertentu yang disertai dengan ciri-ciri tertentu dalam perilaku, baik
dinyatakan maupun dirahasiakan. Penyebutan kataathii’u/ taatilah,
yang dirangkai dengan kata Allah dan Rasul أَطِيْعُوا الله وَأَطِيْعُواالرَّسُوْلmenunjukkan
bahwa ketaatan kepada Rasul harus dilakukan dengan tanpa syarat, sekaligus
menunjukan bahwa tidak ada perintah Rasul yang salah atau keliru dan tidak ada
yang bertentangan dengan perintah Allah SWT.
Kata حُمِّلَ/khumila/beban, untuk menggambarkan kewajiban yang
harus dilaksanakan. Hal ini mengesankan bahwa hal tersebut akan terus terpikul
dengan berat sampai terselesaikanya tugas dan kalau tidak maka beban berat
berupa dosa akan terbawa hingga hari kiamat.
2. Analisa Kandungan Ayat
Taat kepada
Allah dan Rasul-Nya adalah sifat mulia yang dituntut bagi diamalkan oleh setiap
orang Islam. Taat yang dimaksudkan itu ialah kesetiaan menjunjung serta
mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Setiap orang Islam dikehendaki menumpukan sepenuh taat setia tanpa sedikit pun
berbelah bagi kepada Allah dan Rasul-Nya. Taat setia yang penuh ialah
mengerjakan semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Terhadap
ketaatan selain kepada Allah dan rasul-Nya tidaklah otomatis, akan tetapi harus
dengan syarat tidak bertentangan dengan apa yang diperintah dan dilarang oleh
Allah dan Rasul. Pandangan ini berdasar pada redaksi QS. An Nisa’ (4) : 59.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah
Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika
kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al
Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan
hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Dalam redaksi
tersebut perintah taat kepada Rasul diulangi seperti halnya
pada perintah taatkepada Allah. Tetapi perintah taat kepada
pemerintah, pimpinan, penguasa tidak disebut berulang, hal ini menandakan bahwa
perintah taat kepada selain Allah dan Rasul dapat dilaksanakan
jika tidak betentangan dengan perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya, begitu
pula sebaliknya perintah taat terlarang untuk
dilaksanakan karena bertentangan dengan perintah dan larangan Allah dan
Rasul-Nya.
3. Hikmah Kandungan Ayat
a. Ketaatan yang diperintahkan Allah
dan Rasul-Nya pasti mengandung kemanfaatan yang besar bagi manusia.
b. Perintah taat kepada Allah dan
Rasulnya adalah final, artinya segala perintahnya harus dilaksanakan sekuat
kemampuan dan menghindari larangan secara tegas.
c. Terhadap perintah taat kepada
selain Allah dan rasul-Nya harus diteliti dahulu, bila sesuai harus/boleh dilaksanakan
dan bila bertentangan terlarang untuk di taati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar