Senin, 20 Oktober 2014

pembahasan An nur ayat 54

MADRASAH ‘ALIYAH NEGERI TEMBORO MAGETAN
DI PURWOSARI MAGETAN

MAKALAH

TAFSIR
Q.S.AN NUR 54
OLEH
KELAS XI KEAGAMAAN 2
KELOMPOK
1.FERRIAN BIMA CAHYONO PUTRO
2.ILHAM NGESTIANTORO
3.AGUNG BAHCTIAR
4.EDY ERIK
5.ZAINAL ARIFIN
6.SUGIARTO

Kata Pengantar
Assalamualaikum.Wr.Wb
      Al hamdulilahi ladzi kholaqo kulla syaiin fil ‘alam,Allahumma sholli ‘ala nuril huda syamsi dhuha sayyidina muhammad,ama bakduPertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan taufiq hidayahnya kepada kita,Sholawat salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Nabi Muhammad SAW,yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di hari kiamat nanti.
           Dengan nikmat dan pertolongan Allah,dapat kami selesaikan tugas MAKALAH TAFSIR Q.S.AN NUR ayat 54,tugas ini kami selesaikan untuk memenuhi tugas dari Guru Tafsir.Kami menyadari bahwa Makalah ini masih lekat dengan segala kekurangan,oleh karenanya kritik dan saran konstruktif akan kami terima dengan lapang dada.Demikian yang dapat kami sampaikan,kurang lebihnya minta maaf yang sebesar-besarnya
Akhirukalam
Wassalamualaikum.Wr.Wb

Tim Kelompok










(54) Katakanlah: Turutilah olehmu perintah Allah dan turutilah perintah Rasul. Tetapi jika kamu masih berpaling juga, namun Rasul hanyalah semata-mata melaksanaklan tugas yang di bebankan kepadanya, dan kewajiban kamu pun adalah melaksanakan pula tugas yang dipikulkan kepada kamu. Tetapi jika kamu patuhi dia, niscaya kamu akan mendapat petunjuk. Dan kewajiban Rasul tiada lain hanyalah semata-mata menyampaikan dengan sejelas-jelasnya.
1.     Makna Mufrodat
Kata تَوَلَّوْا /tawallau, berpaling  asalnya adalah tatawallau; maksudnya pembicaraan ini ditujukan kepada mereka (maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya) yaitu menyampaikan risalah (dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepada kalian) yakni untuk taat kepadanya (dan jika kalian taat kepadanya, niscaya kalian mendapat petunjuk.  Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan amanat Allah dengan terang") yaitu secara jelas dan gamblang.
Kata  أَطِيْعُوْا /athii’utaatlah, mengandung makna perintah untuk mengikuti dan mematuhi apa yang menjadi obyek ketaatan dengan syarat tertentu yang disertai dengan ciri-ciri tertentu dalam perilaku, baik dinyatakan maupun dirahasiakan. Penyebutan kataathii’u/ taatilah, yang dirangkai dengan kata Allah dan Rasul أَطِيْعُوا الله وَأَطِيْعُواالرَّسُوْلmenunjukkan bahwa ketaatan kepada Rasul harus dilakukan dengan tanpa syarat, sekaligus menunjukan bahwa tidak ada perintah Rasul yang salah atau keliru dan tidak ada yang bertentangan dengan perintah Allah SWT.
Kata حُمِّلَ/khumila/beban, untuk menggambarkan kewajiban yang harus dilaksanakan. Hal ini mengesankan bahwa hal tersebut akan terus terpikul dengan berat sampai terselesaikanya tugas dan kalau tidak maka beban berat berupa dosa akan terbawa hingga hari kiamat.

2.    Analisa Kandungan Ayat
Taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah sifat mulia yang dituntut bagi diamalkan oleh setiap orang Islam. Taat yang dimaksudkan itu ialah kesetiaan menjunjung serta mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya.  Setiap orang Islam dikehendaki menumpukan sepenuh taat setia tanpa sedikit pun berbelah bagi kepada Allah dan Rasul-Nya. Taat setia yang penuh ialah mengerjakan semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.
Terhadap ketaatan selain kepada Allah dan rasul-Nya tidaklah otomatis, akan tetapi harus dengan syarat tidak bertentangan dengan apa yang diperintah dan dilarang oleh Allah dan Rasul. Pandangan ini berdasar pada redaksi QS. An Nisa’ (4) : 59.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Dalam redaksi tersebut perintah taat kepada Rasul diulangi seperti halnya pada perintah taatkepada Allah. Tetapi perintah taat kepada pemerintah, pimpinan, penguasa tidak disebut berulang, hal ini menandakan bahwa perintah taat kepada selain Allah dan Rasul dapat dilaksanakan jika tidak betentangan dengan perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya, begitu pula sebaliknya perintah taat  terlarang untuk dilaksanakan karena bertentangan dengan perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya.
3.    Hikmah Kandungan Ayat
a.    Ketaatan yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya pasti mengandung kemanfaatan yang besar bagi manusia.
b.    Perintah taat kepada Allah dan Rasulnya adalah final, artinya segala perintahnya harus dilaksanakan sekuat kemampuan dan menghindari larangan secara tegas.

c.    Terhadap perintah taat kepada selain Allah dan rasul-Nya harus diteliti dahulu, bila sesuai harus/boleh dilaksanakan dan bila bertentangan terlarang untuk di taati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar